Menurut A. Azis Said, secara garis besar fungsi kemasan adalah sebagai berikut.
1. Fungsi praktis kemasan
Fungsi praktis kemasan secara umum dapat dirinci sebagai berikut.
a. Mewadahi produk selama pendistribusian
Kemasan digunakan untuk mewadahi produk selama pendistribusian dari produsen hingga konsumen. Hal ini dilakukan agar produk tidak tercecer dan berantakan, terutama untuk produk yang bentuknya cair, pasta, atau butiran.
b. Melindungi dan menjaga kualitas (mengawetkan) produk
Kemasan harus mampu melindungi produk dari berbagai ancaman kerusakan yang dapat timbul ketika proses produksi hingga proses distribusi.
c. Meningkatkan efisiensi
Kemasan dapat mempermudah penyimpanan dan membuat pekerjaan dalam penghitungan jumlah produk menjadi relatif lebih cepat. Selain itu, kemasan juga dapat memudahkan pengiriman produk dari distributor hingga sampai kepada konsumen. Namun, pemilihan kemasan juga harus dilakukan dengan cermat terutama dari sisi ekonomi agar biaya kemasan tidak melebihi proporsi manfaatnya.
2. Fungsi promosi/simbolik/estetis
Berikut merupakan fungsi promosi/simbolik/estetis yang harus dimiliki oleh sebuah kemasan.
a. Fungsi promosi
Label yang ada pada kemasan dapat digunakan sebagai sarana komunikasi dan informasi bagi produsen kepada konsumen. Di dalam kemasan harus disajikan informasi produk secara detail, kreatif dan komunikatif karena kemasan menyampaikan pesan terakhir dan merupakan penentu keputusan akhir konsumen apakah akan membelinya atau tidak. Di sisi lain, kemasan juga berfungsi sebagai media iklan yang harus mampu mewakili ketidakhadiran seorang pelayan dalam menunjukkan kualitas produk.
b. Fungsi simbolik
Kemasan memiliki fungsi sebagai identitas produk juga tanda pengenal bagi barang/produk yang dikemas dan bagi perusahaan yang memproduksinya. Maka dari itu, kemasan harus mampu menyampaikan brand massage atau pesan simbolik dari sebuah produk. Kemasan juga berperan sebagai brand identity dari produk yang dikemasnya. Selain itu, fungsi lain dari kemasan adalah sebagai media untuk mengkomunikasikan suatu citra atau image produk. Sehingga, calon konsumen dapat menyimpulkan seberapa bagus citra suatu produk atau merek berdasarkan kemasannya.
c. Fungsi estetik
Kemasan memiliki fungsi sebagai daya tarik calon pembeli dan menambah estetika serta nilai jual. Pakar pemasaran menyatakan bahwa desain kemasan merupakan ‘pesona produk’ (the product charm), sebab kemasan berada pada tingkat akhir dalam suatu proses alur produksi untuk memikat mata (eye catching) dan memikat pemakaian (usage attractiveness).
Ada tiga alasan penting mengapa kemasan diperlukan.
1. Memenuhi sasaran keamanan dan kemanfaatan
Dalam kemasan terdapat identitas produk seperti merek dan nama perusahaan yang berguna untuk memberikan informasi kepada konsumen terkait produk tersebut. Atribut produk yang lainnya seperti komposisi, cara pemakaian, dan sebagainya memberikan manfaat kepada konsumen agar mereka mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan produk. Selain itu, kemasan dapat memberikan jaminan terkait keamanan produk yang dikemas sebagaimana fungsi utamanya yaitu sebagai pelindung produk.
2. Membantu program pemasaran perusahaan
Kemasan yang menarik bisa membuat konsumen memberikan apresiasi yang positif terhadap produk, meskipun belum tentu membeli produk tersebut. Namun setidaknya konsumen dapat menerima produk dengan baik. Karena untuk membeli produk, ada faktor-faktor tertentu yang mendorong konsumen untuk melakukan pembelian seperti adanya kebutuhan, tersedianya uang, dan sebagainya.
3. Meningkatkan volume penjualan dan laba perusahaan
Dengan adanya kemasan yang baik, maka perusahaan dapat menghemat biaya promosi karena kegiatan promosi sudah diwakili oleh kemasan. Kemudian apabila terjadi peningkatan pembelian produk oleh konsumen, itu artinya volume penjualan produk meningkat. Dengan meningkatnya penjualan sementara biaya promosi menurun, maka laba atau keuntungan yang didapat akan mengalami kenaikan.
DAFTAR PUSTAKA
Said, A. Azis. (2016). Desain Kemasan. Makassar: Badan Penerbit UNM Makassar. https://fdokumen.com/document/abdul-azis-sumber-inspirasi-utama-penulisan-buku-ini-kemasan-tersier-dan.html [Diakses pada 2 September 2019].
Sunyoto, Danang. (2014). Dasar-dasar Manajemen Pemasaran: Konsep, Strategi, dan Kasus. Yogyakarta: Center of Academic Publishing Service.
2 Comments
Makasih kak, tulisannya sangat membantu 😁🤗
ReplyDeleteSama-sama kak 🤗
Delete