Nikah Muda vs Nikah Dibawah Umur

Di tulisan kali ini, aku bukan mau bikin manusia di bumi ini terbagi jadi 2 kubu, yang pro dan kontra sama nikah muda ini. Tapi aku cuman mau ngejelasin sedikit tentang nikah muda dan nikah di bawah umur dari segi usia.
Gambar: pixabay.com

Seperti yang kita tahu bahwa pernikahan di Indonesia diatur dalam UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Termasuk didalamnya mengatur tentang batas usia minimal untuk menikah. Bagi laki-laki batas minimal usia menikah yaitu 19 tahun. Sementara perempuan 16 tahun.

Tapi, di tahun 2019 pemerintah merevisi UU Perkawinan ini, khususnya tentang batas minimal usia menikah bagi perempuan, yang tadinya 16 tahun menjadi 19 tahun, sama seperti batas usia minimal menikah bagi laki-laki.

Revisi UU ini tertuang dalam UU No 16 tahun 2019 tentang Perubahan atas UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang mulai berlaku pada 15 Oktober 2019.

Alasan direvisinya UU Perkawinan ini, karena sebelumnya UU tersebut tidak sejalan dengan UU Perlindungan Anak. Yang mana dalam UU Perlindungan Anak dijelaskan bahwa yang dimaksud anak-anak adalah mereka yang berusia di bawah 18 tahun.

Artinya, jika ada pernikahan dengan usia 18 tahun ke bawah, ini bisa disebut pernikahan di bawah umur. Karena mereka masih dikatagorikan anak-anak dan juga belum mencapai batas usia minimal pernikahan sesuai UU yang berlaku.

Kemudian apa yang dimaksud dengan nikah muda?

Dilansir dari m.dream.co.id, seorang psikolog klinis, Pingkan Rumondor menyebutkan bahwa usia ideal untuk menikah yaitu di atas usia 25 tahun hingga 30 tahun. Karena di usia ini, biasanya setiap orang sudah melewati masa awal kedewasaan.

Maka itu artinya yang disebut dengan menikah muda adalah mereka yang menikah diantara usia 19 tahun hingga 25 tahun.

Nah, itu dia bedanya nikah di bawah umur sama nikah muda jika dilihat dari segi usia.

Well, berapapun usia kamu saat menikah, usia bukan satu-satunya hal yang harus dipertimbangkan. Banyak hal-hal lain yang juga harus jadi pertimbangan, misalnya psikis atau mental dan juga finansial. 

Lagipula tiap orang kan beda-beda ya, ada yang masih muda tapi udah siap untuk menikah, ada juga yang usianya udah ideal tapi masih belum merasa siap untuk menikah. Semuanya kembali ke diri masing-masing.

Post a Comment

1 Comments