Menurut Julianti dan Nurmainah, kemasan dapat diklasifikasikan berdasarkan struktur sistem kemas, sifat kekakuan bahan kemasan, frekuensi pemakaian, tingkat kesiapan pakai, dan sifat perlindungan terhadap lingkungan.
1. Jenis kemasan berdasarkan struktur sistem kemas
Kemasan ini dapat ditelusuri dengan memerhatikan kontak bahan kemasan terhadap produk yang dikemas, terdiri dari:
a. kemasan primer (bersentuhan langsung dengan produk yang dikemas);
b. sekunder (tidak bersentuhan langsung dengan produk, melainkan dengan kemasan primer);
c. tersier dan kuartener (untuk mengemas setelah kemasan primer atau sekunder atau keduanya).
2. Jenis kemasan berdasarkan sifat kekakuan bahan:
a. kemasan fleksibel (mudah dilenturkan tanpa patah atau retak, seperti kertas, foil, dan plastik);
b. kaku (kemasan yang bersifat keras seperti kayu, logam, dan gelas);
c. semi fleksibel (misalnya botol plastik untuk susu dan kecap atau kemasan produk berbentuk pasta).
3. Jenis kemasan berdasarkan frekuensi pemakaian
Klasifikasi ini dilihat dari seberapa kali kemasan dapat digunakan. Jenis kemasan berdasarkan klasifikasi pemakaian terdiri dari:
a. kemasan sekali pakai (disposable);
kemasan yang bisa digunakan berulang kali (multitrip);
b. kemasan semi disposable yang tidak dibuang melainkan digunakan kembali untuk keperluan lain.
4. Jenis kemasan berdasarkan perakitan atau tingkat siap pakai:
a. Wadah siap pakai (misalnya botol, kaleng, dll.);
b.Wadah siap dirakit (wadah yang memerlukan proses perakitan atau pelipatan, seperti kertas, foil, dan plastik).
5. Jenis kemasan berdasarkan sifat perlindungan terhadap lingkungan:
a. kemasan hermetis (tahan uap, air dan gas, seperti kemasan kaleng dan botol gelas yang ditutup secara hermetis);
b. tahan cahaya (kemasan yang tidak transparan, seperti logam, foil, dan kertas);
c. tahan suhu tinggi (kemasan untuk produk yang memerlukan proses pasteurisasi, sterilisasi, dan pemanasan yang biasanya terbuat dari dari gelas dan logam).
0 Comments