Ibnu Abbas r.a. berkata : “Aku dengar
Rasulullah SAW bersabda: “Awalnya orang yang meninggalkan solat itu bukanlah
dia termasuk golongan Islam. Allah tidak terima tauhid dan imannya dan tidak
ada faedah shodaqah, puasa dan syahadatnya”.
Sabda Nabi Muhammad SAW : “Perjanjian (perbedaan) diantara kita (orang islam) dengan mereka (orang kafir) ialah Sholat, dan barang siapa meninggalkan sholat sesungguhnya ia telah menjadi seorang kafir”. (Tirmizi).
Rosululloh SAW juga bersabda : “Siapa meninggalkan
sholat dengan sengaja, maka sesungguhnya dia telah kafir dengan nyata”.
Berdasarkan
hadist ini, Sebagian besar ulama (termasuk Imam Syafi’i) berfatwa : Tidak wajib
memandikan, mengkafankan dan mensholatkan jenazah seseorang yang meninggal
dunia dan mengaku Islam, tetapi tidak pernah mengerjakan sholat. Bahkan, ada
yang mengatakan haram mensholatkanya.
Malaikat
Jibril as. telah menemui Nabi Muhammad SAW, dan berkata : “Ya Muhammad,
tidaklah diterima bagi orang yang meninggalkan sholat yaitu: Puasanya,
Shodaqahnya, Zakatnya, Hajinya dan Amal baiknya”. Orang yang meninggalkan Sholat
akan diturunkan kepadanya tiap-tiap hari dan malam seribu laknat dan seribu
murka. Begitu juga Para Malaikat di langit ke-7 akan melaknatnya.
Ya Muhammad! Orang yang meninggalkan
Sholat tidak akan mendapat syafa’atmu dan ia tidak tergolong dari umatmu. Tidak boleh diziarahi ketika ia sakit, tidak boleh mengiringi jenazahnya, tidak
boleh beri salam padanya, tidak boleh makan minum dengannya, tidak boleh
bersahabat dengannya, tidak boleh duduk besertanya, tidak ada agama baginya,
tidak ada kepercayaan baginya, tidak ada baginya rahmat Allah dan ia
dikumpulkan bersama dengan orang Munafiqin pada lapisan Neraka yang paling
bawah.
Ahmad meriwayatkan dengan sanad yang
baik, Thabrani dan Ibnu Hibban meriwayatkan di dalam kitab Sahihnya,
sesungguhnya pada suatu hari Rasulullah menjelaskan tentang shalat, lalu beliau
bersabda :
”Barang siapa yang memelihara shalat, maka shalat itu menjadi cahaya dan bukti serta keselamatan baginya pada hari kiamat. Sementara barang siapa yang tidak memelihara shalat, maka ia tidak memiliki cahaya, bukti dan tidak pula keselamatan, bahkan pada hari kiamat ia dikumpulkan bersama Karun, Fir’aun, Haman dan Ubai bin Khalaf."
”Barang siapa yang memelihara shalat, maka shalat itu menjadi cahaya dan bukti serta keselamatan baginya pada hari kiamat. Sementara barang siapa yang tidak memelihara shalat, maka ia tidak memiliki cahaya, bukti dan tidak pula keselamatan, bahkan pada hari kiamat ia dikumpulkan bersama Karun, Fir’aun, Haman dan Ubai bin Khalaf."
Seorang muslim yang meninggalkan
shalat akan mendapatkan laknat dari Allah SWT sejak masih di dunia sampai di
akhirat. Adapun azab bagi orang yang meninggalkan shalat fardhu adalah :
A. Azab
di dunia :
1. Allah SWT menghilangkan berkat dari usaha dan
rezekinya.
2. ia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.
3. Dicabut keberkahan umurnya.
4. Tanda-tanda keshalehan dihapus dari wajahnya.
5. Setiap amal yang dilakukannya tidak diberi pahala oleh
Allah.
6. Do’anya tidak dinaikkan, Tidak dapat menembus ke
langit.
7. Segala balasan yang jahat dari Allah tidak akan di
tunda.
8. Tidak mendapatkan bagian dari do’anya orang-orang
shaleh.
9. Tidak akan dihormati oleh segala makhluq di dunia.
B. Azab
saat sakaratul maut :
1. Ruh dicabut ketika ia berada didalam keadaan yang
sangat haus. Seandainya dia diberi minum air laut yang ada di dunia,
kehausannya belumlah sirna.
2. Dia akan merasa amat azab/pedih ketika ruh dicabut
keluar.
3. Dia akan Mati Buruk (su’ul khatimah).
4. Dia akan hilang imannya.
5. Dia mati dalam keadaan hina.
6. Mati dalam keadaan lapar.
C. Azab
di alam barzah/alam kubur :
1. Dia akan merasa susah (untuk menjawab) terhadap
pertanyaan (serta menerima hukuman) dari Malaikat Mungkar dan Nakir yang sangat
menakutkan.
2. Kuburnya akan menjadi sangat gelap.
3. Disempitkan & dihimpitkan kuburnya hingga hancur
lebur tubuhnya.
4. Siksaan oleh binatang-binatang berbisa seperti ular
dan kala jengking.
5. Api dinyalakan di dalam kuburnya sehingga ia menjadi
terpanggang siang dan malam.
6. Rosululloh
SAW bersabda : “orang yang meninggalkan sholat,
akan Allah hantarkan kepadanya seekor ular besar bernama “Suja’ul Akra”, yang
matanya memancarkan api, mempunyai tangan dan berkuku besi, dengan membawa alat
pemukul dari besi berat”.
Orang yang meninggalkan
shalat, dia akan dililit ular besar di dalam kuburnya yang bernama Syujja’ul Aqra’.
Ia akan berkata kepada si mati dengan suaranya bagai halilintar : “Aku disuruh
oleh Allah memukulmu sebab meninggalkan sholat dari Subuh hingga Dhuhur,
kemudian dari Dhuhur ke Asar, dari Asar ke Maghrib dan dari Maghrib ke Isya’
hingga Subuh”. Ia dipukul dari waktu Subuh hingga naik matahari, kemudian
dipukul dan dibenturkan hingga terjungkal ke perut bumi karena meninggalkan
Sholat Dzuhur. Kemudian dipukul lagi karena meninggalkan Sholat Asar, begitulah
seterusnya dari Asar ke Maghrib, dari Maghrib ke waktu Isya’ hingga ke waktu
Subuh lagi. Demikianlah seterusnya siksaan oleh “Sajaul Aqra”
hingga hari kiamat.
D. Azab Di Akhirat
1. Mendapat murka Allah SWT
2. Masuk ke dalam neraka.
Firman
Allah Ta’ala :
"Apakah
yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: "Kami
dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.” (QS. Al-Mudatsir: 42-43)
Saad bin Abi Waqas
bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai orang yang melalaikan Sholat, maka jawab
Baginda SAW, “yaitu mengakhirkan waktu Sholat dari waktu asalnya hingga sampai
waktu Sholat lain. Mereka telah menyia-nyiakan dan melewatkan waktu Sholat,
maka mereka diancam dengan Neraka Wail”.
Ibnu Abbas dan Said bin
Al-Musaiyib turut menafsirkan hadist di atas “yaitu orang yang
melengah-lengahkan Sholat mereka sehingga sampai kepada waktu Sholat lain, maka
bagi pelakunya jika mereka tidak bertaubat Allah menjanjikan mereka Neraka
Jahannam tempat kembalinya”.
Allah SWT berfirman (artinya) :
Allah SWT berfirman (artinya) :
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu)
orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS.
Al-Ma'un : 4-5).
Nabi
SAW bersabda : ”Mereka itu adalah orang-orang yang mengakhirkan shalat dari
waktunya.”
Abu Na’im meriwayatkan :”Barang siapa yang meninggalkan
shalat dengan sengaja, maka Allah menulis namanya pada pintu neraka sebagai
orang yang akan masuk ke dalamnya."
Allah Ta’ala juga
berfirman dalam Q.S. Maryam : 59 : “Mereka yang menyia-nyiakan solat dan
mengikuti hawa nafsu kepada kejahatan, maka tetaplah mereka jatuh ke dalam satu
telaga api neraka.”
3. Digigit ular-ular yang terdapat dalam
wadi (lembah) di neraka jahanam.
Ular
tersebut berukuran
sebesar tengkuk unta dan panjangnya sebulan perjalanan yang bisanya bersemayam
di badan mereka selama 70 tahun sehingga hancur seluruh daging badan mereka.
Kemudian tubuh kembali pulih, lalu digigit lagi dan begitulah seterusnya.
4. Mereka membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap
kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan
semula dan mereka terus -menerus melakukannya.
Dalam peristiwa Isra’
Mi’raj, Rasulullah SAW “Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum
yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan
kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus
berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”?
Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat
fardhu”. (Riwayat Tabrani).
0 Comments